Spirit

Posted: 20 March 2010 in Motivasi

‘masa lalu adalah tempat terjauh dari diri kita, sekuat apapun usaha kita untuk kembali ke sana, kita tak kan mampu untuk meraihnya’ Kata-kata itu masih selalu terlintas dalam pikiranku, meski telah lebih dari 5 tahun tulisan itu aku baca dari sepucuk surat yang kuterima waktu itu.

Belajar dari kata-kata itu, sungguh merupakan suatu hal yang sia-sia jika kita berharap bisa kembali kemasa lalu atau berusaha merubah masa lalu yang telah terjadi. Sebuah penyesalan jika kita tidak bisa memaknai masa lalu kita dengan benar.

Masa lalu yang indah haruslah kita sikapi dengan arif dan bijak yaitu bagaimana kita menata hari-hari kita supaya lebih baik dari masa lalu kita. Sungguh merupakan suatu kerugian apabila hari-hari kita masih sama dengan masa lalu kita, apalagi lebih buruk dari masa lalu kita yang indah.

Dan bagaimana dengan masa lalu kita yang suram? Sudah semestinyalah kita untuk tidak terus larut dalam kesedihan meratapi masa lalu kita. Tapi lebih diharapkan agar kita lebih bisa mengambil hikmah dan memunculkan solusi, asa, semangat untuk menutupi dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih berguna.

Entah apa jadinya jika kita terus terbuai dengan masa lalu yang indah atau terus meratapi masa lalu kita yang kelam. Oleh karena itu, agar masa lalu kita tercipta menjadi sebuah cermin mengkilap dengan bingkai yang indah, maka sudah saatnya kita bekerja keras untuk hari ini. Bersungguh-sungguh menata hari esok dengan bekal evaluasi dan pembelajaran dari segala sesuatu yang telah terjadi.

Tentunya dalam perjalanan hidup kita ini, banyak hal yang telah kita jalani dan banyak pula yang terlewati. Apa yang terlihat baik, mari kita pertahankan, kita tingkatkan. Dan apa yang terlihat kurang baik bolehlah kita jadikan itu sebagai BORDER atau pembatas tingkah laku kita.

Bukanlah suatu hal yang mustahil kemenangan akan kita raih dengan masa lalu yang indah kita jadikan sebagai roket pendorong dan masa lalu kita yang suram benar-benar kita jadikan sebagai rem terhadap perilaku kita.

Semoga semua yang telah kita lalui tidak ada yang sisakan sesal di hati dan semoga semua mimpi serta harap untuk masa depan nanti akan diridhoi Illahi. Amin ya robbal’alamin..

Advertisements
Comments
  1. Yoga Prakoso says:

    “Sungguh merupakan suatu kerugian apabila hari-hari kita masih sama dengan masa lalu kita, apalagi lebih buruk dari masa lalu kita yang indah”

    hadist nabi ya mas? like this : )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s