Tembus Gaza, Peserta Konvoi Asia Tak Kuasa Tahan Air Mata

Posted: 4 January 2011 in Dunia Islam

Detik.com – Perasaan haru dan air mata mewarnai suasana ketika 120-an aktivis dari 12 negara di Asia memasuki pintu gerbang perbatasan Rafah di Mesir, Senin (3/1/2011), pukul 23.00 waktu setempat. Setelah menempuh perjalanan sepanjang 8.000 Km sejak 2 Desember 2010, lalu, mereka akhirnya menginjakkan kaki di tanah Palestina.

“Kondisi tubuh yang lelah tidak tampak di wajah-wajah mereka. Perasaan haru, bahagia, dan bersemangat terlihat ketika dalam acara jumpa pers mereka menggelar berbagai poster dukungan bagi perjuangan kemerdekaan Palestina dan perlawanan terhadap penindasan rezim apartheid Zionis-Israel,” kata Juru Bicara Delegasi Indonesia, Irman Abdurrman, kepada detikcom.

Irman mengatakan, sebelum tiba di Rafah, rombongan sempat tertahan selama 6 jam di Bandara Al Arish. Otoritas Mesir tidak menginginkan konvoi memasuki Gaza pada hari itu juga dengan alasan pintu perbatasan telah ditutup pada pukul 16.00 sore.

“Namun, para aktivis bersikeras untuk memasuki Gaza pada malam itu. Setelah negosiasi alot dan sedikit demonstrasi kecil yang dilakukan para aktivis, otoritas Mesir akhirnya memperbolehkan konvoi memasuki Gaza,” kata Irman.

Menurut koordinator konvoi Feroze Mithiborwala sebagaimana dikatakan Firman, Konvoi Asia adalah sinyal bagi faksi-faksi di Palestina, negara Arab dan Ialam, untuk bersatu melawan Israel-AS. Israel akan cemas dengan keberhasilan konvoi tersebut, karena Asia kini merupakan kekuatan ekonomi dan politik yang sedang bangkit.

Kapal MV Salam

Menurut informasi, kata Irman, kapal MV Salam, yang membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza, juga telah berlabuh di pelabuhan Al Arish, Mesir pada 2 Januari pukul 20.00. Kapal tersebut sempat diikuti oleh 2 kapal perang Israel. Mereka juga melalkukan beberapa provokasi dan penghalauan.

MV Salam disewa aktivis Konvoi Asia untuk membawa bantuan kemanusiaan senilai 2 juta dolar AS ke Gaza. Bantuan itu terdiri dari bahan makanan, obat-obatan, alat-alat kesehatan, 4 ambulans, dan susu bayi.

“Bantuan berupa 2 generator listrik dan mainan anak-anak dilarang masuk oleh otoritas Mesir,” kata Irman. (irw/lia)

Advertisements
Comments
  1. anis says:

    Kenapa justru otoritas Mesir yang melarang?? Mengherankan 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s